Potensi Ekspor Industri Meubel Jateng Terhalang Banjir

RIMANEWS – Musibah banjir dan cuaca ekstrem dua pekan terakhir mengganggu produksi mebel dan furnitur di Jawa Tengah. Para perajin dan pengusaha terpaksa menghentikan produksi. Hal yang sama juga dilakukan oleh eksportir dengan menghentikan pengiriman dan membatalkan kerja sama dengan pihak asing untuk menjual produknya. “Kami hentikan produksi dan pengiriman karena banjir dan hujan tinggi,” kata Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jawa Tengah Anggoro Ratmodiputro, Senin, (3/2). Baca Juga Dua Orang Tewas Tertimpa Runtuhan Rumah di Lebak Ratusan Hektar Sawah Diterjang Banjir, Petani Gagal Panen Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Pekan Ini Bengawan Solo Meluap, Ribuan Rumah Terendam Air Tanggul Sungai Jebol, Puluhan Rumah Kediri Dihantam Banjir Menurut Anggoro, hambatan utama produksi mebel dan aneka kerajinan furnitur adalah distribusi bahan baku ke perajin dan produk jadi ke pelanggan. Di sisi lain, banyak juga pengusaha mebel yang tak mampu memproduksi karena pengaruh cuaca. Banjir yang merendam berbagai wilayah selama hampir satu bulan itu membuat eksportir di Jawa Tengah membatalkan perjanjian kerja sama dengan asing. Kondisi ini dinilai akan berpengaruh pada nilai ekspor jenis mebel dan furnitur di Jawa Tengah, yang mencapai US$ 500 juta per tahun. “Bahan baku kayu yang didapat kurang kering. Kalau dipaksa produksi kualitasnya jelek. Bisa dihitung sendiri berapa kerugian kami,” kata Anggoro. Problem terparah industri meubel terjadi di Jepara, Kudus, dan Pati yang tergenang air. Kondisi itu membuat bahan baku asal luar daerah, seperti Kabupaten Blora tak bisa masuk. Anggoro menyebutkan kondisi itu diakui oleh perwakilan Uni Eropa yang hendak menguji verifikasi kayu di Jepara pada Selasa dan Rabu pekan lalu. “Utusan dari Uni Eropa terjebak banjir dan tak bisa keluar dari Jepara. Ia menginap di Kudus,” katanya. Sementara itu, Direktur Jepara Ethnic Furniture Sahli Rais membenarkan pendapat tersebut. Rais menjelaskan produksi mebel dan furnitur di Kabupaten Jepara telah macet selama hampir satu bulan ini. “Itu dampak beruntun dari hujan dan banjir yang melanda Jepara,” ujar dia. (chus) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Ekonomi , ekspor , Banjir , Stop , meubel , Ekonomi , ekspor , Banjir , Stop , meubel , Ekonomi , ekspor , Banjir , Stop , meubel

Sumber: RimaNews