Menanti Ketukan Palu Kasus Kopi Beracun

Togel Hari Ini Jakarta – Hari ini, Kamis (27/10), “drama” panjang kasus kopi beracun akan berakhir. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bakal memberikan putusan apakah terdakwa Jessica Kumala Wongso dijatuhi hukuman karena secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Wayan Mirna Salihin atau justru sebaliknya, dibebaskan. Melalui penasihat hukumnya, Jessica mengaku siap menjalani sidang putusan hari ini. Jessica tidak memikirkan apa nanti yang akan diputuskan hakim. Apa pun hasilnya, dia hanya berpikir jika dirinya tidak bersalah karena tidak pernah melakukan perbuatan yang ditudingkan. “Kalau Jessica sendiri bilang ke saya bahwa dia siap untuk hadapi putusan. Dia tidak pikir apa yang akan diputuskan hakim. Namun yang dia pikirkan adalah dia tidak melakukan, dan dia tidak bersalah. Bagaimana mungkin dia dihukum atas apa yang tidak ia lakukan,” ujar Ketua Penasihat Hukum Jessica, Otto Hasibuan, Rabu (26/10). Otto menyampaikan, pihaknya tinggal menunggu apa keputusan majelis hakim. Jessica pun yakin dirinya akan terbebas dari jeratan hukum. Jika majelis hakim memberikan hukuman, Jessica akan melakukan banding. “Kita kan hanya menunggu keputusan hakim. Kemarin ketemu Jessica, ya dia bilang siap mental saja untuk menghadapi apa yang terjadi. Kalau saya tanya Jessica dia bilang yakin. ‘Saya yakin bebas sebab saya tidak bersalah.’ Kemudian saya tanya kalau ada kemungkinan lain bagaimana? ‘Bagi saya nggak ada kemungkinan-kemungkinan lain. hanya ada satu pilihan buat saya, ya bebas.’ Dan dia bilang, seharipun dia dihukum dia akan banding,” ungkapnya. “Saya bilang kalau dihukum satu hari kan enak bisa langsung bebas. Dia bilang apa gunanya hidup kalau saya jadi pembunuh. Karena walaupun sehari kan tetap dianggap pembunuh, makanya saya akan berjuang untuk itu,” tambahnya mengutip pernyataan Jessica. Artinya, kata Otto, apa pun keputusan hakim Jessica dan tim penasihat hukum akan menghadapi. Jessica pun yakin fakta-fakta di persidangan menyatakan kalau dirinya tidak bersalah. “Ya apapun harus kita hadapi, kita harus siap. Kalau saya tanya sama dia (Jessica) ada kemungkinan lain, tapi dia yakin dengan fakta-fakta persidangan dan akan bebas. Itu poinnya,” tandasnya. Di sisi lain, suami mendiang Mirna, Arief Soemarko mengatakan, dirinya bersama keluarga besar Mirna berharap hakim bisa menjatuhkan hukuman yang adil dan setimpal kepada Jessica. Sebab, perbuatan Jessica sangat keji dan dia tidak mau mengakuinya. “Harapannya, ya kami ingin agar hakim memutus dengan seadil-adilnya. Jaksa sudah menguraikan secara lengkap, pembunuhan keji, tidak menyesali perbuatannya, bahkan dia berkelit terus tidak mau mengakui, sering kali berbohong. Hal-hal yang meringankannya itu bahkan enggak ada,” kata Arief. Menurutnya, majelis hakim harus memberikan hukuman seberat-beratnya, bahkan kalau bisa melebihi tuntutan 20 tahun yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), supaya kasus kematian istrinya itu bisa menjadi pembelajaran kepada masyarakat sehingga tidak terulang kembali. Menyoal jika Jessica menerima hukuman lebih ringan dari tuntutan JPU apakah akan melakukan banding, Arief menyampaikan, dirinya akan mendiskusikannya dulu bersama keluarga. “Nanti kita akan diskusikan dengan keluarga untuk masalah itu. Semuanya akan didiskusikan dengan keluarga. Keputusannya harus bersama,” ucapnya. Arief menuturkan, awalnya dirinya dan keluarga Mirna tidak menaruh perasaan curiga kepada Jessica terkait kematian Mirna usai menenggak Es Vietnam Kopi, di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Harapannya, Jessica turut membantu menyelesaikan masalah. Namun, Jessica justru terkesan menghindar dan mencurigakan. “Kita dari awal sudah baik-baik kok. Kita kan enggak pernah nuduh siapa salah. Kita kan terbuka. Kalau dia merasa enggak bersalah tinggal dia datang, itu minuman aku yang pesan, aku merasa bertanggung jawab, ayo kita cari bareng-bareng, minumannya kenapa, begitu dong seharusnya. Ya kita sendiri terbuka untuk itu, tapi dia tidak pernah melakukan itu. Ya sudahlah,” jelasnya. Menurutnya, dirinya bersama keluarga mengalami duka yang sangat mendalam atas kepergian almarhumah Mirna. Hingga saat ini, ia tidak tahu apakah bisa memaafkan Jessica atau tidak. “Ya bagaimana ya? Mungkin pelan-pelan ke depannya bakal bisa memaafkan. Tapi untuk sementara ini, perasaan kita masih campur aduk. Kita sudah kehilangan Mirna, nama baik kita sudah disebar fitnah. Ya kita enggak tahu nantinya bagaimana,” pungkasnya. Bayu Marhaenjati/CAH BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu