Carlo Ancelotti Tolak Latih Atletico Karena Tak Mau Khianati Real Madrid

Pasalnya, sang juru taktik asal Italia itu sudah cinta mati dengan Real Madrid. Begitu pula andai suatu hari ada tawaran dari Barcelona. Meskipun klub Catalan adalah salah satu yang terbaik di dunia, Don Carlo tak mau mengkhianati Los Blancos.
Sebagai pelatih, Carlo Ancelotti sudah melanglang Eropa. Berbagai liga sudah ditaklukkannya. Don Carlo pernah menangani AC Milan di Liga Italia, kemudian Chelsea di Liga Inggris. Pindah ke PSG di Liga Prancis bukanlah titik akhir. Ancelotti menambahnya dengan dua tim lagi dari liga berbeda pula, Real Madrid (Liga Spanyol), lalu Bayern Munchen (Liga Jerman).
Memiliki sederetan klub yang pernah ditangani, tidak membuat Ancelotti bebas memilih ketika ada tawaran melatih. Baginya, ada beberapa klub yang tabu alias tak mungkin diasuhnya. Bukan karena klub tersebut buruk, tetapi karena Don Carlo sudah terlanjur terikat pada klub-klub lamanya, dan tak mau menyeberang ke klub rival.

Kepada Canal , Ancelotti menyebut, Saya tidak akan pernah bisa melatih Atletico Madrid. Begitu pula dengan Olympique Marseille atau Inter Milan, setelah segala yang saya dapatkan di PSG dan AC Milan. Saya memiliki respek besar kepada tim-tim ini, tapi saya tidak bisa mengkhianati fans klub terdahulu.
Hal yang sama berlaku di [Liga] Spanyol. Saya tidak pernah bisa menerima tawaran kerja dari Atletico setelah menangani Real Madrid.
Carlo Ancelotti pekan ini akan menjadi penonton kala klub lamanya, Real Madrid bertempur dengan Atletico Madrid. Di Los Blancos ada Zinedine Zidane, yang dahulu merupakan asistennya. Kini Zizou menjelma jadi juru taktik jitu bagi Madrid.
Tentang Zidane, Ancelotti cuma punya kata-kata baik, Zidane adalah teman saya. Ia salah satu pemain saya (di Juventus), asisten saya ia bekerja sangat baik di Madrid, dan saya bahagia karena ia layak mendapatkan hasil terbaik.

uggbootsshoessale.com keluaran togel sgp Sumber: Sidomi