Bakrie Beli Path, Merebak Isu jadi Media Kampanye Kuning

RIMANEWS- Berbagai reaksi muncul setelah Bakrie Global Group membeli saham Path, situs jejaring sosial terpopuler di Indonesia belakangan ini, senilai US$25 juta atau sekitar Rp300 miliar untuk Path Series C. Seperti yang dilansir dari situs recode.net , investasi dari Bakrie tersebut akan menambah total investasi di Path senilai US$65 juta. CEO Path David Morin mengatakan pihaknya selalu mencari strategi untuk membidik pasar Asia. Baca Juga DPR: tak ada kemiripian uang rupiah baru dengan yuan Pelabuhan di bawah Pelindo I siap hadapi natal Ketika Sri Mulyani musnahkan sex toys “Saya selalu mencoba memahami mengenai sasaran pasar dan mencari parter lokal untuk ekspansi,” ujarnya seperti yang dikutip dari Recode, Sabtu (11/1/2014). Sekitar 23 juta orang diseluruh dunia memiliki akun Path. Untuk mengembangkan situs ini, Morin berencana akan meluncurkan empat versi layanan di Path. Kemungkinan pertama, Bakrie akan mengonsolidasikan Path ke dalam aset ANTV, sehingga perusahaan yang akan IPO itu memiliki aset yang lebih besar. “Istilahnya ANTV menjadi lebih berisi saat IPO,” ujarnya, Senin (13/1/2014). Kemungkinan kedua, setelah ANTV IPO, perusahaan penyiaran itu akan “dipaksa” membeli Path dengan harga yang lebih tinggi. Jika skenario ini yang terjadi, investor yang membeli saham ANTV tentunya akan rugi. ANTV juga akan menjadi perusahaan investasi jika kemungkinan kedua ini yang terjadi. “Jika Bakrie baik hati, Path tentunya dimasukkan ANTV sebelum IPO. Tapi sebaliknya, jika ANTV beli Path setelah IPO dengan harga yang lebih mahal, itu kurang fair ,” jelasnya. Kompas.com sejauh ini belum berhasil menghubungi CEO Bakrie Group Anindya Bakrie sehubungan dengan rencana tersebut. Namun dalam tweet -nya pekan lalu, dia berterima kasih atas respons masyarakat terkait pembelian saham jejaring sosial pribadi Path oleh Grup Bakrie. Anindya berharap pembelian saham itu itu dapat merangsang pertumbuhan industri teknologi di Indonesia. ” Terima kasih atas ucapan selamatnya. Kita hanya bagian kecil dari banyak investor @path ,” tulis Anindya dalam akun Twitter @anindyabakrie, Sabtu (11/1/2014) sore. ” Ini bagian dari ikhtiar membuat masyarakat Indonesia semakin terkoneksi dan produktif. Mengingat kita salah satu pengguna Path terbesar ,” tulis Anindya. Namun terlepas dari kemungkinan itu, Satrio Utomo menilai strategi Bakrie masuk ke Path cukup beralasan karena mengantisipasi perusahaan jejaring sosial itu IPO. Hal ini karena saham-saham jejaring sosial lainnya seperti Facebook dan Twitter berhasil meraih sukses besar saat melakukan aksi korporasi tersebut. “Mungkin saja, jika Path IPO, juga akan sesukses Facebook dan Twitter. Bakrie mengantisipasi hal ini,” ungkapnya. Pekan lalu, Grup Bakrie melalui Bakrie Global Group menggelontorkan dana sebesar 25 juta dollar AS atau sekitar Rp 300 miliar untuk membeli sebagian saham perusahaan jejaring sosial Path.Bakrie Group membeli saham situs jejaring sosial Path. Nilainya US$ 25 juta atau sekitar Rp304 miliar. Netizen bereaksi atas ;angkah Bakrie, termasuk mengingatkan soal kasus Lapindo. Beragam reaksi muncul di Twitter. Salah satunya ada yang mendesain splash screen Path yang berubah menjadi kuning. Dari soal logo Path akan diganti dengan warna kuning dan lambang Partai Golkar hingga orang yang akan meninggalkan Path. “Path Mendapatkan Investasi Dari Grup Bakrie, apakah bakal jadi media kampanye?” Head of Research Division Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengungkapkan masuknya Bakrie ke Path kemungkinan terkait dengan rencana ANTV melantai di bursa saham dalam waktu dekat ini. Menurutnya, ada dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh Bakrie seiring dengan dibelinya sebagian saham Path.(KCM/RM/Slo) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Bakrie , Bursa , path , Bakrie , Bursa , path , Bakrie , Bursa , path

Sumber: RimaNews