UAE: Tindakan Israel di Yerusalem Dapat Picu Intifada Jilid III

Rimanews – Diplomat senior Uni Emirat Arab (UAE) Sheikh Abdullah Bin Zayed An-Nahyan memperingatkan bentrokan antara Israel dan Palestina di Yerusalem dapat memicu intifada ketiga. “Sudah tiba waktunya menghentikan kekerasan Israel di Yerusalem dan kita semua mesti bekerjasama menggunakan segala cara ke arah tujuan tersebut,” kata Sheikh Abdullah, Rabu (5/11), saat berbicara dalam pertemuan yang dihadiri oleh para duta besar dari negara anggota Dewan Keamanan PBB, sebagaimana diberitakan kantor berita resmi UAE, WAM . Baca Juga Melindungi Masjid Al-Aqsa Tugas Setiap Muslim, Kata Erdogan Restoran Muslim di London Beri Makanan Gratis Saat Natal 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh Pernyataan Menteri Luar Negeri UAE tersebut dikeluarkan sebagai reaksi atas kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap demonstran Palestina saat terjadi bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa. Sebelumnya, seorang “pengungsi” Palestina menabrakan mobilnya ke sekelompok warga Israel, menewaskan seorang pejalan kaki dan melukai beberapa orang lainnya. Ia mengatakan UAE prihatin terhadap tindakan Israel yang “menodai” kesucian Masjid Al-Aqsha, seperti dikutip Xinhua . Menteri tersebut juga mengatakan dalam pertemuan itu bahwa negaranya mendukung penyelesaian dua-negara guna mengakhiri konflik Palestina-Israel. “Kami memahami bahwa Israel memanfaatkan kenangan Holocaust sebagai kartu as untuk menghadapi Eropa dan AS, tapi ini tidak membenarkan apa yang dilakukan Israel di Yerusalem, dalam kondisi apa pun,” ia menambahkan. Para duta besar dari AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok untuk UAE, serta beberapa anggota lain DK PBB menghadiri pertemuan tersebut. Sebelumnya Jordania memanggil pulang duta besarnya untuk Israel, setelah polisi terlibat bentrokan dengan warga Palestina di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha, kata media resmi. Perdana Menteri Jordania Abdullah Nsur meminta menteri luar negeri “memanggil pulang duta besar Jordania dari Tel Aviv sebagai protes atas tindakan (kekerasan) Israel—yang meningkat—di kompleks Masjid Al-Aqhsa”, kata kantor berita resmi Jordania, Petra . Kompleks Al-Aqsa sering menjadi lokasi bentrokan antara tentara Israel dan penduduk Palestina selama beberapa bulan terakhir, yang dipicu keputusan Israel melanjutkan pembangunan ribuan permukiman ilegal di Yerusalem Timur serta pembatasan usia yang diberlakukan tentara bagi warga Palestina yang hendak beribadah di dalam Al-Aqsa, hanya wanita dan pria di atas 40 tahun yang diizinkan masuk. Jordania, yang menguasai Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur sebelum Israel mendudukinya tahun 1967, bertanggungjawab mengurus kompleks Al-Aqsa dan tempat suci lain di sektor timur Yerusalem—yang dicaplok Israel. Status Jordania sebagai pemelihara ditetapkan dalam perjanjian perdamaian dengan Israel tahun 1994. Raja Abdullah II pada Minggu (2/11) berikrar akan menentang setiap usaha Israel untuk mengubah status tempat suci umat Muslim atau Kristen di Yerusalem. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Masjid Al-Aqsa , Intifada , timurtengah , Internasional

Sumber: RimaNews