Peserta Ujian Nasional SMP di Madura 62.868 Siswa

Rimanews – Sebanyak 62.868 siswa SMP dan yang sederajat di empat kabupaten di Pulau Madura (Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan), mulai Senin (4/5) hingga Rabu (6/5) mengikuti pelaksanaan ujian nasional. Ke-62.868 siswa itu terdiri dari, siswa peserta UN SMP dan yang sederajat di Kabupaten Sumenep sebanyak 17.167 orang, siswa Pamekasan sebanyak 15.755 orang, Sampang 14.988 orang dan di Kabupaten Bangkalan sebanyak 14.954 siswa. Baca Juga Belum Ada Keputusan Penghapusan Ujian Nasional Pasutri Pesta Sabu Dibekuk Polisi JK: Masjid Harus Moderen “Untuk Pamekasan siswa SMP yang terdata akan ikut UN sebanyak 6.838 orang dan siswa MTs (Madrasah Tsanawiyah) sebanyak 8.917 orang,” kata Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pamekasan Moh Tarsun di Pamekasan, Minggu (03/05/2015) malam. Adapun jumlah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan ujian nasional sebanyak 352 lembaga, terdiri dari SMP sebanyak 162 lembaga dan MTs sebanyak 190 lembaga. Di SMP itu lembaga penyelenggara sebanyak 81 dan penggabung sebanyak 81 lembaga, sedangkan MTs untuk jumlah lembaga penyelenggaranya sebanyak 119 lembaga, sedangkan penggabung sebanyak 71 lembaga. Sementara di Kabupaten Sumenep pelaksanaan ujian akan digelar 1.084 ruang dengan perincian, peserta UN untuk SMP sebanyak 6.735 orang siswa, MTs sebanyak 9.042 orang siswa, SMPLB sebanyak 2 orang, dan peserta UN untuk kejar paket B sebanyak 1.388 siswa. Di Sampang, dari jumlah total peserta UN sebanyak 14.988 orang siswa, terdiri dari peserta UN SMP sebanyak 8.580 orang dan MTs sebanyak 6.408 orang siswa. “Jumlah peserta ini sesuai dengan jumlah peserta yang masuk dalam daftar nominasi tetap (DNT),” kata Kepala Bidang Kurikulum Disdik Sampang Arif Budiansor. Sedangkan di Kabupaten Bangkalan jumlah peserta SMP yang akan ikut pelaksanaan ujian nasional mulai Senin (4/3) itu terdiri dari siswa SMP sebanyak 10.356 orang, MTS 4.598 orang, dan peserta ujian kejar paket B sebanyak 768 orang. Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan Moh Muhni memastikan, pelaksanaan ujian akan sesuai dengan harapan semua pihak dan tidak akan ada kebocoran soal. “Jika ada oknum yang ketahuan membocorkan naskah soal, jelas akan kami tindak,” kata Muhni. Pengamanan pelaksanaan ujian oleh polisi, sama dengan pengamanan saat pelaksanaan ujian tingkat SMA dan yang sederajat, yakni dengan menggunakan dua pola. “Pertama pola pengamanan terbuka, dan yang kedua pola pengamanan tertutup,” kata Kabag Ops Polres Sampang AKP Sarwo Waskito. Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan pola pengamanan terbuka, ialah pola pengamanan yang dilakukan oleh petugas berpakaian seragam. Sedangkan pola pengamanan tertutup oleh petugas berpakaian preman. Pengamanan terbuka dilakukan petugas saat mendistribusikan naskah soal UN dari Polsek ke masing-masing sekolah. “Kalau yang tertutup di lingkungan sekolah,” katanya menjelaskan. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Madura , Sumenep , UN , Siswa SMP , pendidikan , Budaya

Sumber: RimaNews